Tuesday, December 11, 2012

0
Aku Merindukanmu Ayah



Ayah..
Kini ku rasakan hidup tanpamu
Aku sepi hidup tanpa mu
Namun ini harus ku jalani
Walau terasa sangat berat ku jalani

Ayah...
Terima kasih atas semuanya
Semua kasih sayang yang kau curahkan
Semua pengorbanan yang kau lakukan

Ayah...
Kini aku merindukanmu
Merindukan saat-saat bersamamu
Merindukan kasih sayang darimu

Ayah...
Ingin rasanya aku berjumpa denganmu
Walau hanya dalam mimpiku
Walau hanya memandang wajahmu

Saat ku butuh ayah
Saat ku rindu ayah
Hanya selembar foto peninggalmu
Yang dapat mengobati rasa rinduku

Ya Allah...
Sungguh aku tak pernah rela kehilangan dia
Namun aku sadar semua ini milikimu
Dan akan kembali kepadamu

Ya Allah...
Jagalah dia selalu
Bahagiakan dia di sisimu
Karena dia adalah ayah terbaikku

Selamat jalan ayah
Semoga engkau bahagia di sisi-Nya
Semoga kita dapat berkumpul lagi di dalam surga-Nya
Nantilah aku ayah...

Aku sangat merindukanmu ayah...

Tuesday, December 4, 2012

0
Mulan Jameela Menangis Karena Curhatan Olga

Beberapa waktu lalu Mulan Jameela sempat menangis saat menyanyi di acara Dahsyat. Sayangnya saat itu Mulan yang ingin dimintai keterangan tak mau buka suara. Ditemui di Studio 6 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (3/12), Mulan mengaku ia menangis karena mendengar curahan hati Olga sebelum bernyanyi.
Setelah mendengar curhatan Olga, lagu berjudul Hilang yang dibawakan Mulan saat itu dirasa memiliki arti yang sama dengan curhatan Olga.
" Olga cerita, curhat, aku kan orangnya peka. Awalnya aku pergi, mata aku sensitif. Kalo make up sering keluar air mata. Awalnya dari situ. Pas Olga curhat, aku jadi kebawa suasana. Lagu Hilang kan juga sedih tentang pasangan yang ga bisa lanjutin hubungan padahal keduanya masih saling sayang," cerita Mulan.
Namun, saat ditanya soal curhatan Olga, Mulan tidak mau menjawab. Menurutnya, itu adalah rahasianya dengan Olga dan tidak bisa disebar luaskan.
" Wah kalau soal Olga cerita apa, aku ga bisa kasih tau. Itu kan rahasia Olga. Biar aku sama Olga aja yang tahu soal curhatan itu," pungkas Mulan. (kpl/pur/abs/sjw)

http://hiburan.plasa.msn.com/selebriti/indonesia/mulan-jameela-menangis-karena-curhatan-olga

Saturday, November 24, 2012

0
Artikel Singgungan dan Amarah Terhadab 2 Bloggers Yang Licik

Artikel Singgungan dan Amarah Terhadab 2 Bloggers Yang Licik - Apa maksud dari Judul tersebut ? Memang sudah lama saya ingin meluapkan kekesalan saya kepada mereka. Namun apa daya, saya hanya bisa membuat artikel ini. karena mana tau dengan Artikel yang 1 ini mereka bisa koreksi diri dahulu sebelum melakukan sebuah tindakan yang akan mereka kerjakan.

Mungkin langsung saja saya langsung katakan para bloggers itu siapa, karna saya gk mau berbasa basi lagi kpada mereka Yaitu:

  1. http://facewoman.blogspot.com/
  2. http://www.diaryonline.web.id/
Ke2 blog tersebut adalah para blogger yang paling licik yang pernah saya temui, karena apa ? mungkin saya akan ceritakan sedikit saja. Di dalam sebuah Design saya yang lama mungkin saya bagikan dengan Free namun dengan dengan syarat tidak menghapus Link credit. apa salahnya cobak hanya meninggalkan sedikit saja link menuju sebuah Blog yang jleg ini ? gk membuat berat blog anda kan ?

Ini bukan hanya menyisakan 1 saja link ? Namun malah mereka mengganti semua credit Link dengan Created mereka ? Padahal template tersebut dibawah Licence saya. Mengapa saya bisa tau ? Saya bisa tau karena disemua Design saya, saya menyempatkan meng Host semua gambar2 yang saya pakai di template tersebut dengan hosting gratis Google Code milik saya, jadi ketika saya cek gambar2 nya ehh ketahuan Hostingnya dari saya, selanjutnya ada beberapa dari template tersebut yang memang saya buat sendiri dan saya ingat2 benar. karna bagian tersebut hanya template saya dan http://www.kucoba.com/  saja yang memakainya di kalangan Bloggers, yang tampa diketahuinya. Nah, bukan hanya 1 atau 2. Namun mereka berani memperjualbelikan Design tersebut dibwah licence Created mereka. dengan menghilangkan credit link dari saya. Alangkah Liciknya. Saya tau begini karna saya sering menemui BLogger2 yang memakai karya template dari mereka yang asalnya dari saya. Makanya sekarang saya membuat Design hanya untuk berbagi premium, dan kalau iya Free saaya akan berbagi free kepada sahabat2 bloggers.

Tapi sekarang saya sedang ingin mencoba untuk melupakan semua kesalahan anda, karna apapun jugak sesuatu yang didapat dengan tidak halal akan ada ujungnya jugak. jadi berhati2lah anda . .

Artikel ini saya berani bertanggung jawab. Jika ada yang Complaint. Hubungi saya 08972907789. Saya bilang gini apa adanya dan saya post jugak karna kekesalan saya kkepada mereka. Semoga dimaklumi

Monday, July 23, 2012

0
Kangen Band - Dengar Dan Rasakan


Monday, May 28, 2012

0
Kisah Inspiratif Dahlan Iskan Melewati Masa-masa Sulit

"Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya." Kalimat itu ditulis oleh Dahlan Iskan sebagai pengantar sebuah novel yang diklaim oleh penulisnya Khrisna Pabihara sebagai diinspirasi oleh kisah hidup sang menteri.

Namun "Sepatu Dahlan", sebuah novel setebal 369 halaman dan 32 bab justru runtut bertutur mengenai perjuangan, kerja keras dan semangat pantang menyerah seorang anak miskin untuk mencapai masa depan yang jauh lebih baik dengan latar belakang peristiwa Gerakan 30 September PKI.

Sosok Dahlan kecil yang digambarkan oleh penulis dalam novel itu bukanlah orang yang pasrah terhadap keadaannya. Dahlan kecil dalam novel itu adalah seorang pejuang, pejuang bagi masa depannya tak peduli jalan berliku.

Dahlan, bocah miskin asal Kebon Dalem, Jawa Timur, berpeluh untuk mewujudkan mimpinya, yang semula sangat sederhana untuk ukuran sebagian besar anak Indonesia saat ini, yaitu sepasang sepatu dan sepeda.

Tapi dia tidak menyerah. Dari Kebon Dalem, kampung yang dilukiskan sebagai hanya memiliki enam buah gubuk yang letaknya saling berjauhan, Dahlan tekun menyusun langkah hingga akhirnya kini tertambat di salah satu kursi Kabinet Indonesia Bersatu II sebagai Menteri BUMN.

Sebuah lompatan yang sangat mengagumkan jika merujuk pada novel "Sepatu Dahlan" yang menyebutkan bahwa nyaris seluruh lelaki dewasa di Kebon Dalem bekerja sebagai buruh atau kuli.

Walau, Dahlan kecil karena kondisi keluarganya yang berada di bawah garis kemiskinan juga terpaksa merasakan kerasnya hidup sebagai buruh. Setiap hari ia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki.

Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul, mulai dari nguli nyeset, nguli nandur (menjual tenaga di sawah), sampai melatih tim voli anak-anak pengusaha tebu.

Berkat kerja kerasnya, Dahlan berhasil mengumpulkan uang untuk membeli sepeda secara mencicil dan kemudian dia bahkan mampu membeli dua pasang sepatu untuk dirinya dan adiknya. Sekalipun semua itu baru dapat diwujudkannya ketika ia duduk di kelas tiga SMA (Aliyah). Suatu jalan yang panjang untuk sepasang sepatu. Sepasang sepatu yang kemudian lebih banyak ditenteng oleh Dahlan karena ia merasa sayang menggunakannya.

"Takut rusak jadi sepatu ditenteng dan tetap nyeker (telanjang kaki) ke sekolah supaya sepatunya awet." Namun Dahlan punya apologi untuk itu. Ia bukannya malas bekerja, ia menghabiskan waktu menjadi buruh di sawah berhari-hari dengan harapan dapat memperoleh upah untuk membeli sepatu namun ternyata setiap kali menerima upah setiap kali itu pula ada hal-hal lain yang lebih mendesak disbanding sepatu, missal beras, tepung singkong, cabai, gula atau minyak tanah".

"Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging...Siksaan akibat rasa lapar ini memang tak asing, tetapi masih saja berhasil mengusikku...Sungguh aku butuh tidur. Sejenak pun bolehlah, Supaya lapar ini terlupakan," tulis Khrisna guna menggambarkan kerasnya kehidupan Dahlan Kecil untuk mencapai mimpinya yang "sederhana".

Lempar Sepatu Dalam acara peluncuran novel "Sepatu Dahlan" di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (27/5), Dahlan kembali melakukan aksi "melempar". Tapi bukan kursi yang dia lempar namun sepatu yang ia pakai. "Saya copot, lempar ke anda dan saya pakai buatan Indonesia," katanya. Pelemparan sepatu itu merupakan bentuk dari penolakannya terhadap sepatu buatan luar negeri.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa novel "Sepatu Dahlan" adalah satu bentuk teguran baginya selaku pejabat publik untuk tidak lagi menggunakan sepatu buatan luar negeri. Setelah melempar sepatunya, Dahlan kemudian mengawali Gerakan Sepatu untuk Anak Indonesia dengan membagikan sekitar 1.000 sepatu untuk anak-anak Sekolah Dasar di seluruh sudut Jakarta.

Aksi "bagi-bagi" sepatu itu memperoleh rekor dari Museum Rekor Indonesia sebagai gerakan berbagi sepatu terbanyak karena ditargetkan akan memberikan lebih dari 3.600 pasang sepatu bagi anak-anak Indonesia.

Terkait novel yang disebut terinspirasi dari kisah hidupnya, Dahlan mengaku kaget saat pertama kali memperoleh informasi mengenai penulisan novel tersebut. Novel itu, katanya, juga membuat dia penasaran karena dia adalah seorang penikmat novel.

Namun ia memuji kepiawaian sang penulis yang mampu menghidupkan kisah hidupnya. Tetapi, Dahlan mengingatkan bahwa beberapa adegan dan tokoh yang terdapat dalam novel itu adalah fiktif walau semangatnya sama.

Novel "Sepatu Dahlan" adalah bagian pertama dari trilogi novel inspirasi Dahlan Iskan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara dan diterbitkan oleh Noura Books. Dalam buku itu dikisahkan masa kecil Dahlan Iskan yang tumbuh besar dengan dua impian yaitu sepatu dan sepeda serta kisahnya dengan seorang gadis bernama Aisha.

Menurut Khrisna, Dahlan kecil yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak tega menyampaikan impiannya kepada orang tuanya sehingga dia berusaha untuk mewujudkannya dengan usahanya sendiri. Setiap hari ia harus berjalan puluhan kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Sepulang sekolah banyak pekerjaan yang harus dilakoninya demi sesuap tiwul.

Buku itu juga menyebutkan bahwa di usia mudanya, Dahlan sudah banyak merasakan kehilangan, yang semua tertuang dalam catatan hariannya. Namun sekalipun novel itu terinspirasi oleh kehidupan Dahlan, Khrisna menjelaskan bahwa sebagian tokoh dan kisah di dalam novel "Sepatu Dahlan" merupakan hasil imajinasinya.

Dalam acara peluncuran novel itu hadir juga sejumlah tokoh antara lain Ary Ginanjar Agustian, Tina Talisa, Putra Nababan dan Abdillah Toha, yang bergantian memberikan pandangannya atas novel itu. "...setelah membaca buku ini, segalanya terkonfirmasi. Kesederhanaan, rendah hati dan kerja keras yang dibarengi keteguhan hati, bukanlah sekedar gebrakan," kata pembawa acara berita Putra Nababan.

Ia mengatakan bahwa novel "Sepatu Dahlan" membuatnya lebih banyak bersyukur atas segala karunia yang diterimanya dalam kehidupan sehari-hari. "Pagi ini saya memakaikan sepatu kepada anak saya dan saya bersyukur. Saya bayangkan kalau saya dan anak saya mengalami seperti itu," katanya.

Sementara itu pembawa acara yang lain, Tina Talisa, mengatakan bahwa novel tersebut menginspirasinya untuk tidak pantang menyerah. "Pada saat saya membaca saya menjadi sadar bahwa kalau kita mengeluh kita tidak akan mendapatkan apapun," ujarnya.

Sedangkan Ary Ginanjar menilai novel "Sepatu Dahlan" memiliki pesan besar yaitu agar pihak yang kaya bermanfaat dan pihak yang miskin bermartabat. "Sepatu Dahlan adalah sebuah makna kebebasan. Sebuah makna dimana kita keluar dari segala hal birokrasi," tuturnya.

Novel "Sepatu Dahlan" menurut politisi Abdillah Toha akan diikuti oleh "Surat Dahlan" dan "Kursi Dahlan". "Pak Dahlan mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk bangsa Indonesia sekarang dan masa depan," ujarnya.

Tampaknya semua mengamini pandangan Dahlan Iskan yang diperjelasnya dalam bab 29, "hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya. Hukum alam. Maka sebagai orang miskin, aku tidak berharap terlalu muluk-muluk". Namun tentu saja tidak juga diam, menyerah pada keadaan.

sumber: plasa.msn.com
 

Customer Services

 
Copyright © 2011 - IDBlogportal.com All Right Reserved
Developed By IDB Multimedia Creative Group
Home | Contact Us | Profile Admin | Sitemap
Chatbox dan Tukaran Link Otomatis Disini
◄ GO BACK