Sunday, December 16, 2012

0
Sembuhkan Penyakit Dengan Ikan Gabus

Ikan haruan alias ikan gabus mengandung albumen cukup tinggi yang berfungsi membentuk jaringan sel baru dalam tubuh dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit hati sehingga menjadi solusi murah mengobati berbagai penyakit, di antaranya bekas operasi serta lever.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan, dr Abimanyu, di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, dari berbagai penelitian yang dilakukan, ikan gabus mampu menambah kadar albumen seseorang.

Menurut dia, pasien berkadar albumen rendah, bagi yang mampu biasanya akan diberikan infus untuk menaikkan kadar albumennya, dengan biaya cukup mahal, yaitu diatas Rp1 juta.

Karena ikan haruan, mengandung albumen cukup tinggi, kini rumah sakit pemerintah tersebut telah mengolah dengan mengekstrat ikan jenis predator itu menjadi kapsul.

"Dengan menelan kapsul tersebut, diharapkan pasien akan bisa menambah kadar albumen dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.

Pasien dengan kadar albumen rendah, biasanya adalah pasien dengan gangguan penyakit hati seperti lever dan lainnya, selain itu, dengan memakan ikan haruan bagi pesien yang baru operasi juga akan lebih cepat menyembuhkan lukanya.

Sebagaimana diketahui, warga Kalimantan Selatan selalu identik dengan makanan ikan haruan, sebagai lauk untuk berbagai menu masakan khas Banjar yaitu, ketupat kandangan, nasi kuning, lontong maupun untuk digoreng dan dibakar.

Ikan haruan dengan berbagai menu masakan, selalu disajikan hampir di setiap rumah makan yang menyajikan masakan khas Banjar, karena rasanya yang lezat sehingga warga Banjar hampir tiada hari tanpa ikan haruan.

Monday, December 10, 2012

0
6 Langkah Lindungi anak dari Bahaya Makanan

Mengajari si kecil untuk makan sehat bukanlah perkara mudah. Banyak pemberitaan miring terhadap bahaya makanan, membuat orang tua selalu was-was. Bahkan, susu yang dikenal sebagai minuman terbaik pun terancam bakteri.

Pemberian asupan yang salah, sama dengan memberikan racun pada si kecil. Nah, agar lebih waspada, sebaiknya Anda perhatikan enam langkah penting di bawah ini, seperti yang dilansir Quick easy fit.com.
 
Hindari makanan olahan

Meskipun telah diproses dan siap untuk disantap, makanan siap pakai juga mengandung zat kimia bahaya. Bahan kimia pengawet banyak digunakan untuk jenis makanan ini. Cara terbaiknya adalah Anda memberikan si kecil makanan fresh alias langsung dimasak.

Hindari ikan laut

Ini adalah fakta yang terjadi pada protein makanan laut. Ikan laut saat ini banyak mengandung merkuri serta arsenik yang mengancam kesehatan. Oleh karena itu, beralihlah pada ikan dengan ukuran kecil yang rendah tingkat merkurinya.

Susu kalengan
Susu yang baik dikonsumsi untuk anak adalah susu yang mengalami pasteurisasi, atau pemanasan. Minum susu kalengan akan lebih banyak mengandung risiko kesehatan. Hal ini karena banyaknya proses yang dilalui saat pembuatan.

Jangan sembarangan gunakan wadah plastik

Plastik memang anti pecah. Namun, Anda harus menghindarinya dari si kecil. Plastik mengandung komponen polystyrene dan phthalate yang bahaya untuk kesehatan. Tak lupa, Anda juga harus menghindari pemakaian plastik dalam pemanasan microwave.

Hindari jajanan pinggir jalan

Makanan di pinggir jalan memang tampak menggoda dan lezat, tapi hal ini tak lebih dari pemakaian zat kimia. Warna-warni cantik yang digunakan banyak berasal dari bahan kimia industri bahaya dan tidak untuk dikonsumsi.

Gunakan peralatan masak yang tepat

Pemakaian alat masak yang tepat sangat penting. Label non stick dalam wajan mungkin dinilai sebagai kelebihan, karena anti lengket. Tapi, Anda jangan lupa kalau lapisan wajan tersebut berasal dari perfluorokarbon. Goresan yang terkelupas saat memasak akan timbulkan masalah kesehatan.

Saturday, December 1, 2012

0
Penyebab Ibu Ogah Berikan ASI

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Mia Sutanto, mengatakan terdapat beberapa alasan ibu enggan memberikan ASI yang salah satunya adalah terbuai dengan iklan susu formula.

  • "Banyak iklan susu formula yang menyebutkan produknya bisa meningkatkan kecerdasan bayi, sehingga ibu beralih dari ASI ke susu formula," ujar Mia di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, iklan susu formula seharusnya tidak boleh menampilkan promosi yang berlebihan seperti bisa membuat anak pintar. Padahal di luar negeri, iklan seperti itu sudah dilarang.

  1. "Kemudian yang menjadi penyebab lainnya adalah kurangnya edukasi," katanya.

Banyak yang beranggapan, lanjut dia, menyusui adalah hal alami atau natural sehingga tidak harus belajar. Namun kenyataannya, seorang ibu juga harus mempersiapkan diri sejak masa kehamilan.

AIMI, lanjut dia, rutin menggelar kelas edukasi di 20 kota di Tanah Air.

  • "Penyebab ketiga, adalah lingkungan sekitar yang kurang mendukung. Seperti ayah, orang tua dan lainnya. Menyusui itu perlu didukung," tambah dia.

Sebaik-baiknya susu formula, kata Mia, tetap yang terbaik adalah ASI. Mia mengatakan jika bayi bukanlah robot yang asupannya ditakar seperti susu formula. Hal itu berbeda dengan komposisi ASI yang memang sesuai dengan kebutuhan bayi.

2
Mengantongi Ponsel Malah Meracuni Sperma

Dalam posisi stand by atau menyala tapi tidak digunakan, ponsel tetap memancarkan radiasi elektromagnetik.

Jika diletakkan di celana atau dekat dengan organ reproduksi pria, radiasi tersebut bisa mempengaruhi produksi sperma dan tingkat kesuburan pria.

Penggunaan telepon seluler (ponsel) yang berlebihan disebut-sebut bisa mempengaruhi kualitas sperma.

Bahkan meski tidak dipakai, ponsel masih menyisakan risiko mandul pada pria sebesar 30 persen jika tidak benar-benar dimatikan saat dikantongi di celana.

"Karena radiasi ponsel bisa meningkatkan kadar testosteron di dalam tubuh, maka dampaknya adalah kualitas dan jumlah sperma berkurang," tulis para peneliti dari Queen's University di sebuah jurnal ilmiah.

Dibandingkan dengan tingkat radiasi saat melakukan atau menerima panggilan telepon, tingkat radiasi ponsel dalam kondisi stand by memang lebih kecil. Namun risikonya terhadap sistem reproduksi pria tetap tinggi, karena masih menyisakan risiko mandul sebesar 30 persen.


(Fitness for Men Indonesia edisi April 2012)

Thursday, November 29, 2012

2
Makanan Dingin Lebih Gampang Terpapar Kuman

Pakar gizi Universitas Diponegoro Semarang Laksmi Widajanti mengungkapkan kuman dan virus lebih mudah terpapar manusia lewat makanan atau minuman yang dingin, ketimbang panas.
"Kalau berada pada kondisi dingin, kuman dan virus cenderung mengalami fase 'dorman' atau mati suri, namun setelah menemukan lingkungan yang lebih hangat akan aktif lagi," katanya di Semarang, Rabu (28/11).
Berbeda dengan kondisi panas yang membuat bakteri dan virus bisa mati, kata pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip itu, misalnya makanan-makanan yang disajikan panas, seperti bakso dan soto.
Terlebih lagi, kata dia, pada musim hujan seperti sekarang ini bakteri, virus, dan jamur memang cenderung mudah berkembang sehingga perlu diwaspadai masyarakat agar jangan sampai terpapar dan terkena penyakit.
Laksmi menyarankan sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang sifatnya dingin selama musim hujan dan lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang panas untuk mengembalikan kondisi tubuh.
"Untuk menjaga daya tahan tubuh, perbanyak mengonsumsi makanan dengan kandungan antioksidan yang tinggi, seperti sayur dan buah. Yang tidak boleh lupa, biasakan cuci tangan memakai sabun," kata Laksmi.
Berdasarkan data di Rumah Sakit (RS) St Elisabeth Semarang, penyakit yang paling mendominasi selama tiga bulan terakhir, yakni periode September-November 2012 adalah diare, dispepsia, dan ISPA.
Pasien penyakit diare yang menjalani rawat inap tercatat mencapai 130 orang, kemudian pasien dispepsia (radang lambung) sebanyak 85 orang, sementara penderita ISPA tercatat sebanyak 78 orang.
 

Customer Services

 
Copyright © 2011 - IDBlogportal.com All Right Reserved
Developed By IDB Multimedia Creative Group
Home | Contact Us | Profile Admin | Sitemap
Chatbox dan Tukaran Link Otomatis Disini
◄ GO BACK